Alasan Kenapa Harus Belajar di Timur Tengah

Posted on

kuliyah-copy

Bisa kuliah di luar negeri mungkin idaman setiap orang. Kenapa tidak? Lingkungan yang jauh berbeda di Indonesia, model pendidikan yang mungkin jauh lebih baik, sistem dan kualitas, selain itu pengalaman baru akan membuat tantangan tersendiri. Timur Tengah, salah satunya Yaman. Negara yang berbahasa baku Arab ini, merupakan bagian yang mempunyai pengaruh besar dalam peradaban Islam. Selain itu reputasi lulusan Timur Tengah dengan kuliatas dan integritas keilmuannya masih diakui dunia hingga sekarang, inilah kenapa Timur Tengah menjadi kiblat para pakar ilmuan dalam berbagai kajian ilmu, budaya dan peradaban. Mungkin ini jawaban mengapa saya tertarik untuk ke Timur Tengah? Mungkin tidak hanya saya yang merasa tertarik, alasannya pun berbeda.

Mesir, Maroko, Tunisia, Yordania, Sudan, Mekkah, Madinah, Yaman, Libya, Syria dan deretan negara Timur Tengah lainnya yang di sana banyak sekali mahasiswa Indonesia belajar, bisa dikatakan bukan sembarang orang bisa ke sana (mereka tak kenal putus asa). Cita-cita saya ini mungkin sejak duduk di MTs TBS Kudus untuk bisa kuliah ke luar negeri sirna karena faktor orang tua kurang mendukung. Dari situlah nyaliku semakin ciut, tanpa ridho dan dukungan dari orang tua nihil untuk sukses. Mungkin karena orang tuaku tidak mengerti bagaimana hidup di negeri orang. Jauh dengan keluarga, dengan berbagai kebutuhan yang cukup lumanyan mahal. Selalu memberi pengetahuan tentang kondisi luar negeri, memberi kepercayaan, dan meyakinkan kepada orang tua atas keberhasilan kita demi cita-cita juga perlu. Tidak semua orang tua memahami secara sempurna keinginan sang anak, tapi orang tua juga penting, tanpanya kita akan terbengkalai.

Malam itu ada seorang teman main ke rumah saya, menceritakan seluk beluk model kuliah di luar negeri karena beberapa waktu yang lalu teman saya usai jalani tes penerimaan mahasiswa baru ke Mesir. Mungkin orang tua saya mendengarnya, beberapa hari kemudian saya ditanyai perihal kuliah di Timur Tengah. Saat itulah saya mencoba kembali untuk bisa ke sana, jawabnya oke kalau kamu mampu dan bisa. Mulai dari situlah orang tua mendukung untuk cita-citaku kuliah di Timur Tengah, dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa ketidaktahuan orang tua akan kondisi sosial, budaya, dan tradisi di luar negeri menjadi alasan mengapa tidak mengizinkan kuliah ke negeri orang.

 

Timur Tengah, Yaman antara Keistimewaan dan Pengaruh Dunia

Al-Ahgaff University, Republic of Yemen. Mengapa harus Yaman? Yaman merupakan salah satu negara Timur Tengah yang pemerintahannya berbentuk republik, menganut sitem demokratis seperti di Indonesia. Yaman yang terkenal dengan sebutan Negeri Saba’, ratu Bilqis ini mempunyai banyak sekali sejarah, sejarah keilmuan, sejarah perdaban Islam dan keistimewaan yang beragam. Situs sejarah dan kenabian akan banyak Anda temukan di sini, di ujung utara Yaman ada Al-Qullesh di mana ada ka’bah buatan yang dibangun zaman Raja Abrahah untuk menandingi Ka’bah suci di Mekkah, di selatan Yaman terdapat 2 makam nabi yaitu Nabi Hud AS dan nabi Sholeh AS tidak sebatas itu makam shahabat pun banyak Anda temukan di sini. Di Ma’reb terdapat petilasan kuil-kuil ratu Balqis yang hidup di era Nabi Sulaiman AS dan masih banyak lagi. Terlepas itu semua, di negeri ini juga banyak sekali ulama’ dan pakar ilmu dunia di utara Yaman, tepatnya di Zabed konon tempat di mana teori Al-Jabar ilmu matematika ditemukan, Al-Ahgaff Manuscript Library menyimpannya dalam bentuk tulisan asli tangan dan teori ini masih asli ditulis berbahasa arab. Kitab maulid Simtud Durar, Ad-Dibai, Kamus Al-Muhith, Muqoddimah Hadhromiyyah, Busyro Karim, Sullam Taufiq, Risalatul Muawanah dan berbagai disiplin ilmu yang kini masih dikaji di dunia merupakan buah tangan karya ulama Yaman (makam pengarangnya pun masih terjaga di Yaman sampai sekarang).

Tarim, kota di mana saya menimba ilmu. Kota ini telah mendapatkan penghargaan dunia pada tahun 2010 oleh ISESCO sebagai kota ilmu dan peradaban, ini membuktikan bahwa Yaman merupakan kota yang sangat relevan untuk dijadikan tempat dalam pengembaraan ilmu, dan ini telah diakui oleh dunia.

20161216_094753-original-size 20140516_084816

adn_1978-original-size dsc_1153-original-size

Lingkungan , Model Belajar dan Cara Memperoleh Beasiswa

Lingkungan yang agamis, santun, menghargai para tamu dan pelancong begitu yang saya rasakan selama 5 tahun di Yaman. Budaya Yaman hampir sama seperti di Indonesia, sarungan, jual beli, tradisi ziarah kubur, maulid dan tahlil juga saya temukan di Hadhramaut. Gaya hidup yang sederhana ini membuatku lebih nyaman. Negara yang bermata uang Riyal ini memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia di setiap tahunnya. Al-Ahgaff University merupakan salah satu universitas swasta yang berani memberikan kuliah cuma-cuma, memberikan biaya pendidikan gratis, asrama dan makan gratis. Kita hanya dibebani membeli buku silabus saja. Model belajar hampir sama, di Al-Ahgaff University, khususnya Fakultas Syariah dan Hukum jenjang S1 ditempuh selama 10 semester sekitar 5 tahunan untk mendapat gelar Lc/BSc. Universitas ini menduduki peringkat ke-3, reputasi yang kian membaik membuat Al-Ahgaff menjadi idola banyak orang. Dari berbagai belahan dunia mengeyam pendidikan di sini, seperti Thailand, Malaysia, Pakistan, Indonesia, Somalia, Tanzania, Kenya, Australia, Syria, dan sebagian negara Afrika. Dosen di universitas ini merupakan lulusan Doktoral, dan Magister dari berbagai macam universitas terkemuka di dunia.

Cukup mudah sebenarnya untuk memperoleh scholarship di Yaman, dengan bermodalkan bahasa Arab, mengetahui gramatikal bahasa Arab, seperti nahwu, shorof, dan beberapa pengetahuan ilmu fiqih (setara fathul qarib) dan sedikitnya bisa lancar berbahasa Arab Anda punya modal untuk ke sana. Tes beasiswa ini biasanya dilakukan oleh Yayasan Al-Ahgaff Indonesia di bawah pimpinan Al-Habib Hasal Al-Jufri Cirebon (Akses infonya di grup FB Yayasan Al-Ahgaff Indonesia atau buka www.ahgaff.edu) pertanyaan seputar Al-Ahgaff juga bisa Anda tanyakan melaui AMI (Asosiasi Mahasiswa Al-Ahgaff) di FB : Ami Ahgaff, atau perwakilan PPI wilayah, klik fb : PPI Hadhramaut, tes penerimaan menyebar di Indonesia dari Sulawesi, Kalimantan, Jawa Timur (Dalwa, Bangil), Jawa Tengah (Kauman, Lasem), Jawa Barat (Jagasatru, Cirebon), Medan, dan Palembang.

Bagi pelajar Indonesia (putra) beasiswa hanya menyediakan untuk Fakultas Syariah dan Hukum, yang ditempuh selama 5 tahun, fakultas ini telah membuktikan lulusannya sebagai insan akademik yang paham syariah dalam segala lini. Silabus kuliah memang seperti pelajaran yang diajarkan di pondok pesantren seperti Ghoyatul Wushul, Minhajuthtalibin, Ibnu Aqil, namun di sini dikemas dalam sistem akademika sehingga terbentuk mahasiswa yang mempunyai orientasi kemajuan. Tak heran jika di sini juga banyak alumni Lirboyo, Sarang, Gontor, TBS, Mabaus Gresik, Langitan dan banyak lulusan pesantren terkemuka di Indonesia yang memutuskan ke Al-Ahgaff University sebagai kampus idola mereka untuk jenjang pendidikan lanjutan. Bagi mahasiswi disediakan beasiswa untuk Fakultas Dirosah Islamiyah dan Prodi Bahasa Arab, jenjang pendidikan S1 ditempuh selama 4 tahun. Al-Ahgaff University juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 untuk program Doktoral. Jadi mengapa harus ragu?

Tak sedikit lulusan Al-Ahgaff University menjadi dosen pengajar di universitas-universitas terkemuka. Aturan ketat yang diterapkan di sini membuahkan hasil lulusan yang mumpuni. Hingga kini Al-Ahgaff University menjadi universitas yang perlu dipertimbangkan dikancah Internasional.

dekan 20150203110017

habib-umar adn_1994-original-size

Tarim, Hadhramaut Dikenal sebagai Tanah Jawa di Arab        

Anda akan sedikit kaget ketika memasuki kota ini, bandara Internasional di Provinsi ini mayoritas bersarungan begitu ungkap rekan saya ketika datang dari Jakarta ke Yaman (serasa masuk Tebu Ireng, Jombang) kota santri banget. Anda juga akan banyak menemukan produk Indonesia, seperti Indomie (makanan ini sudah menjadi favorit orang Arab), sambal terasi, beberapa pakaian dan makanan khas Indonesia. Kondisi ini tentu tidak akan membuat aneh bagi para santri. Aktivitas ilmiah, pengajian, halaqoh dan berbagai ziarah auliya’ juga aktif dijalani masyarakat di sini. Di Tarim ada 3 pendidikan terkemuka Ribath Tarim di bawah pimpinan Al-Habib Salim Asy-Syatiri, Al-Ahgaff University di bawah nanungan Al-Habib Abdullah Baharun, dan Perguruan Darul Musthafa di bawah pimpinan Al-Habib Umar bin Hafidz.

Berbicara tentang Hadhramaut ada korelasinya denga Jawa, walisongo yang ada di Jawa merupakan habaib yang berasal dari Hadhramaut, jadi mengapa budaya Indonesia hampir mirip dengan masyarakat Hadhramaut. Menulusuri sejarah tentang asal usul dan nasab walisongo, dalam sejarah dikatakan bahwa Abdul Malik melakukan hijrah dari kota Tarim, Hadhramaut ke Hindia pada Abad ke-7, dia mempunyai bapak yang dijuluki Alawy yang terkenal dalam sejarah sebagai Ammul Faqqih Muqoddam yang sekarang dimakamkan di Zanbal Tarim, Hadhramaut, Yaman. Dan Islam yang ada di Indonesia bukanlah dari Gujarat, India, namun dari Yaman. Memang sebelumnya Abdul Malik mendarat di India terlebih dahulu, namun karena di sana terjadi kerisauan politik dan pengepungan akhirnya memutuskan untuk berpindah ke kepulauan Melayu dan Indonesia untuk melanjutkan misi dakwahnya.

Oleh : M. Abdul Muhith, Lc*)

*) Penulis adalah Alumni S1 Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Al-Ahgaff, sebagai Sekjen / Ketua PPI Yaman 2015- 2016, penulis di www.liputanislam.com rubrik Travel.

One thought on “Alasan Kenapa Harus Belajar di Timur Tengah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *