Undang Pelajar Yaman, KBRI Adakan Sensus WNI

Diposting pada

Oman- Mayzunah (16/5) Kedutaan Yaman yang kini berdomisili di Salalah Oman undang utusan PPI Yaman dan ketua persatuan pelajar Indonesia di sejumlah lembaga pendidikan di Yaman.PPI Yaman diwakili oleh Sekjen H. Izudin Mufian, Lc, PPI Hadhramaut oleh Yuda Pranata, Asosiasi Mahasiswa Indonesia Al-Ahfaff (AMI Ahgaff) di wakili Sutrisno, PPI Darul Musthafa oleh Reza Abdul Fattah dan Ahmad Nizar Shahab, Rubat Tarim oleh Muhammad Rosyad, IKAPI Al-Aydrus oleh H. M. Abdul Muhith, Lc, PPI Ribat Hautoh oleh Nanang Abdurrahman, PPI Mukalla oleh Zainal Abidin, PPI Univ. Imam Syafii oleh Satarul Wariqi.Setelah menempuh perjalanan dari Tarim Kamis (15/3) sekitar jam 15.20 akhirnya rombongan sampai di Mayzunah Jumat (16/3) sekitar jam 01.30 Waktu Oman dan delegasi istirahat di Hotel Muhajir.Pertemuan dihelat di Hotel Mayzunah Jumat (16/3) pada jam 09.30 waktu Oman, diawali pembukaan oleh Hafid Afriliyan Santosa Kepala Bag. Kekonsuleran KBRI mengutarakan beberapa alasan diadakannya pertemuan ini adalah sensus WNI. Pasalnya pasca Evakuasi WNI Yaman beberapa waktu lalu, jumlah WNI berkurang dan data belum teraudit secara rapi. Untuk mengatasi beberapa problem WNI maka dibutuhkan sensus kembali, selain itu juga untuk mempersiapkan jumlah WNI yang potensial sebagai pemilih pada Pilpres 2019. Hafid menambakah bahwa KBRI juga membuka layanan perpanjangan paspor, apply visa, dan legalisasi dokumen.Hadir disana Dr. Sulthon Sjahril Plt. Dubes untuk Yaman. Bpk. Muhaimin Bagian Pensosbud, Bpk. Andrian Bag. Politik, dan Bpk. Kemal Konsuler KBRI.Selain pertemuan, sejumlah pelajar juga mengadukan beberapa problem WNI salah satunya mengapa KBRI Yaman lama tidak pernah mengunjungi WNI yang berada di Yaman. Lagi-lagi alasan keamanan yang belum kondusif, namun setelah kita jelaskan bahwa mayoritas WNI adalah pelajar dalam keadaan aman, mereka berdomisili di Hadhramaut Yaman Selatan, jumlah pasca Evakuasi 2015 pelajar Hadhramaut hanya berkisar 800an namun kini di Yaman Selatan Pelajar Yaman mencapai angka sekitar 1700 ini menunjukkan bahwa Yaman Selatan aman. Bahwa pelajar Hadhramaut menjunjung tunggi NKRI tidak ada ajaran Radikalisme sebagai bukti acara kebudayaan dan kenegaraan dari hari Proklamasi, hari Kemerdekaan sering dilalukan PPI Yaman.Pertemuan singkat ini akhirnya ditutup dengan ramah tamah, foto bareng dan pembagian souvenir dari KBRI. Pelajar Hadhramaut berharap penuh kepada KBRI untuk bisa menyeimbangkan berita negatif dan non porposional terkait Yaman dan Pelajar yang belajar disana. Pasalnya Yaman adalah tujuan belajar paling favorit di Timur Tengah setelah Mesir. Ajaran Moderatnya diharap bisa dirasakan oleh semua umat.

.

.

(Abd Muhith/ikapi alaydrus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *