Webinar ini membahas konsep tauhid sebagai dasar pandangan hidup Muslim. Diskusi yang dipandu oleh Al Habib Ali Bagir As Segaff, Lc,. MA,. Ph.D. dan Hasan Syafiq selaku moderator menyoroti pentingnya memahami dan menerapkan pengetahuan Islam di era modern, terutama di bidang ekonomi dan isu sosial. Beliau juga menekankan reklamasi istilah dalam kajian islam, penguatan konsep ahli sunnah, dan hubungan tauhid dengan agama-agama monoteistik lainnya.

Point secara global adalah sebagai berikut:

1. PPI Yaman akan mengadakan sesi lanjutan tentang metodologi dan teologi Islam (ilmu kalam) bagi mahasiswa pada sesi selanjutnya.

2. Mempopulerkan dan merevitalisasi ilmu kalam melalui media seperti seminar/webinar, video YouTube, dan buku, podcast, dll.

3. Memperkuat pengajaran aqidah di majelis agama dan lembaga pendidikan.

4. Meningkatkan kesadaran akademik muslim untuk merebut kembali dan menggunakan terminologi Islam secara tepat.

5. Melatih mahasiswa muslim menerapkan metodologi ilmu kalam dalam analisis isu-isu kontemporer.



Detail Webinar

1. Pembukaan dan Pengantar

Hasan Syafiq membuka acara dengan tema “Konsep Tauhid Sebagai Dasar Pandangan Hidup Muslim”.

Ketua umum PPI Yaman, saudara Sholahuddin Al Ayyubi, menyampaikan apresiasi kepada narasumber atas kontribusinya.

Al Habib Ali Bagir As Segaff, Lc,. MA,. Ph.D. ahli ilmu aqidah dan kalam, memberikan wawasan mendalam tentang tauhid sebagai fondasi kehidupan muslim.

2. Penerapan Tauhid dalam Ilmu Pengetahuan Modern

Diskusi menyoroti pentingnya mengintegrasikan konsep tauhid dalam pendekatan keilmuan untuk menciptakan solusi praktis terhadap tantangan masyarakat modern.

Kritik terhadap sistem pendidikan yang terlalu fokus pada hafalan tanpa pemahaman mendalam.

3. Memahami Ilmu Kalam dan Menjawab Tantangan Modern

Ditekankan pentingnya kalam dalam memperkuat komunitas muslim menghadapi dominasi filsafat barat.

Ide mempopulerkan kalam melalui seminar, media digital, dan talk show diusulkan untuk menjangkau berbagai kalangan.

4. Reklamasi dan Definisi Istilah dalam Kajian Islam

Pentingnya pemahaman istilah yang tepat untuk menghindari salah tafsir dalam wacana akademik dan publik.

Perluasan kajian terminologi islam untuk membangun basis keilmuan yang kokoh.

5. Ushuluddin adalah ilmu yang bisa mengendalikan kepada akarnya, maka serumit apapun masalah yang anda hadapi, maka, semua itu akan ada solusi pada setiap masalah tersebut.

6. Dan beliau menyampaikan jika kita tidak mempelajari manhaj kalami, maka kita akan mudah terpengaruh dengan pemikiran barat.

7. Kita harus menghidupkan lagi manhaj kalami yang telah mati suri di bumi nusantara ini.

8. Kita harus mempopulerkan kembali ilmu kalam, baik dari level tinggi, maupun level bagi orang awam.

9. salah satu pengaplikasian manhaj kalami adalah, ketika ada sebuah masalah, maka ia akan mudah memahami akar perkara tersebut.

Seperti seseorang pasien yang sakit, kemudian ia datang ke dokter, namun dokter tidak melihat sakitnya saja, akan tetapi sampai ke akar masalahnya, sehingga ia dapat memberikan solusi pada pasien tersebut.

10. Dan beliau menyampaikan, bahwasannya ketika anda tidak menggunakan manhaj kalami, maka banyak bantahan terhadap argument yang anda sampaikan.



Sesi Tanya Jawab

Pertanyaan: bagaimana cara metodologi ilmu kalam bisa merebut kembali istilah Sunni/ Ahlussunnah dari kalangan yang mengklaim mereka adalah Ahlussunnah?

Jawaban: solusinya adalah kembali memperkuat Ahlussunnah, bukan akidahnya, karena akidahnya memang sudah kokoh, tapi yang perlu diperkuat yaitu diri kita sendiri dalam mempertahankan akidah tersebut.


Penutup

Di akhir webinar, beliau menyampaikan bahwa, tetap semangat dalam mempelajari ilmu kalam, jika kalian kuat dalam ilmu kalam, maka kalian akan kokoh juga dalam segala hal, maupun dalam ilmu, sehingga anda bisa mempengaruhi jiwa-jiwa yang lain untuk menuju jalan kebeneran.

Kemudian moderator memberikan apresiasi terhadap pemateri, dan juga terhadap semua yang telah meluangkan waktu untuk berhadir pada webinar kali ini.

Syukron Jazakumullah Khairan Ahsanal Jaza, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


===============